Monday, November 7, 2016

Woi...!!! Dimana Nusron Si Kepala BNP2TKI Kala 54 TKI Tewas akibat Kapal Tenggelam?


Berita Hangat Kuku - Hampir sepekan insiden kapal tenggelam di Perairan Nongsa, Batam Kepulauan Riau berlalu. Dalam kejadian nahas itu, 98 tenaga kerja Indonesia (TKI) jadi korban.

Selama penanganan korban itu, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid nyaris tidak diketahui keberadaannya.

Kondisi ini sangat disesali Ketua Komisi IX DPR, Dede Yusuf Macan Effendi. Apalagi 54 dari 98 TKI yang menumpang kapal itu tewas saat kejadian nahas itu.

Menurutnya, Nusron lebih sibuk memikirkan Pilkada DKI yang mendukung calon incumbent Basuki Tjahaja Purnama, ketimbang mengurusi TKI yang menjadi korban kapal karam. Padahal persoalan TKI ini menjadi salah tupoksi kerjanya.

"Sebagai politisi tentu dituntut tanggung jawab oleh partai politik masing-masing. Tetapi ketika kita memiliki tugas kepada negara, maka itu harus di atas segala-galanya," ujar Dede kepada JawaPos.com, Senin (7/1).

Oleh karena itu, mantan aktor laga ini berpesan kepada Nusron untuk lebih fokus pada pekerjaanya sebagai Kepala BNP2TKI ketimbang di menyibukkan diri Pilgub DKI Jakarta.

Sebab Nusron itu ketika disumpah sebagai pejabat negara tentu harus mendahulukan tugasnya ketimbang kepentingan kelompok atau lainnya. "Oleh karena itu ini berlaku kepada semua pejabat," tegasnya.

Oleh sebab itu, politikus Partai Demokrat tersebut menegaskan akan memanggil Nusron Wahid ketika DPR telah usai melakukan reses. Imbuh Dede, dirinya akan mempertanyakan kinerja BNP2TKI terkait tewasnya para TKI yang tenggelam di Batam.

"TKI ini kan kejadian kemarin sampai 50 lebih korban meninggal kita ingin tahu sudah sejauh mana," pungkasnya.

Sekadar informasi, pada Rabu (2/11) kapal kayu yang mengangkut para TKI diduga ilegal itu berangkat dari Pelabuhan Johor Bahru, Malaysia menuju Batam, Kepri.

Sesampai di Teluk Mergung Tanjung Bemban, Kecamatan Nongsa, Batam, kapal terbalik karena terhempas gelombang. Para akhirnya penumpang berloncatan ke laut. ?

Sementara, Sekretaris Utama BNP2TKI Hermono mengatakan, korban tewas kapal TKI yang tenggelam di perairan Batam, Kepulauan Riau ada 54 orang. Sebanyak 12 di antaranya yang sudah teridentifikasi sudah.(cr2/JPG)

Jawa Pos | Portalpiyungan

Cerita Mengagetkan Kembali Terdengar Dari Blora. Sebuah Bus Terjebak dalam Hutan Secara Tiba-tiba!




Masih ingat dengan cerita bus yang tiba-tiba ditemukan berada di tengah hutan pada 2012 lalu? Beberapa hari kemarin, kejadian yang hampir sama terulang kembali. Tempatnya pun tak berbeda jauh. Masih sama-sama berada di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Supir bus yang tak tahu apa-apa, tiba-tiba kaget saat mendapati bus yang ia kendarai ternyata berada di tengah hutan. Menurut sang supir dan kernetnya, fenomena ini disebabkan oleh fenomena mistis yang berhubungan dengan hantu. Bener nggak, ya? Yuk ikuti penelusuruan Hipwee Travel.

Bus tersebut berangkat untuk menjemput rombongan wisata SDN 2 Plosorejo sejak pukul 2. Tak kunjung tiba di tempat berkumpul, rombongan pun mulai bertanya-tanya



Bus Jati Mas tersebut berangkat dari Kabupaten Demak pada pukul 2 dini hari dengan tujuan untuk menjemput rombangan wisata yang berada di SDN 2 Plosorejo, Kabupaten Blora. Perjalanan antara Demak ke Blora seharusnya hanya memakan waktu sekitar 2,5 hingga 3 jam. Namun, hingga matahari terbit bus tak kunjung datang.

Para rombongan yang menunggu di SDN 2 Plosorejo pun bertanya-tanya. Kenapa bus yang seharusnya menjemput mereka pagi itu tak kunjung datang?

Tak diduga ternyata bus tersebut terjebak masuk ke dalam hutan. Supir dan kernet bersaksi mereka tak tahu apa-apa, bisa jadi ini perbuatan penunggu hutan



Tak ada angin, tak ada hujan. Ternyata bus Jati Mas tersebut terjebak dalam hutan. Supir dan kernet yang mengendarai bus ini pun terkejut! Mereka mengaku bahwa mereka tak pernah keluar dari jalan beraspal. Lalu tiba-tiba aliran listrik dalam bus mati tanpa sebab.

Begitu mereka keluar dan melihat keadaan sekitaran, mereka sadar bahwa bus terjebak di tengah hutan! Supir dan kernetnya pun tak tau apa yang jadi penyebabnya. Semenit sebelumnya mereka berada di jalan biasa. Tak berselang lama, mereka terjebak di tengah hutan. Waduh, kok bisa ya.

Baru pada sekitar pukul 06.30 ada bantuan yang datang. Mobil derek berhasil didatangkan dan menarik bus keluar dari hutan.



Tahun 2012 lalu kejadian yang serupa juga pernah terjadi, tempatnya di Blora juga. Lebih parah tuh ceritanya!

Kok bisa gini ya?

Blora memang pernah sempat gempar dengan kasus serupa. Pada 2012 silam, ada satu bus dan satu truk yang mengalami kejadian mistis. Kejadiannya persis sama. Tak ada angin dan tak ada hujan, tiba-tiba bus dan truk tersebut berhenti di tengah hutan.

Jika bus pada tahun 2016 ini bisa dikeluarkan dengan mudah, kisah tahun 2012 ini sedikit berbeda. Untuk mengeluarkan bus dan truk dari hutan, pohon jati yang mengelilinginya harus terlebih dahulu ditebang. Iya, karena kiri, kanan, depan dan belakang bus dan truk adalah pohon jati! Coba bayangkan bagaimana mereka bisa berada di titik itu? Aneh, kan? Misteri itu tak terpecahkan hingga kini.

Berbeda dengan kejadian 2012 lalu, usut punya usut ternyata kejadian bus masuk hutan tahun 2016 ini hanya rekayasa! Yaaah�



Oknum yang nakal!
Mungkin kita berharap bahwa kisah bus hantu tahun ini sama misteriusnya dengan kisah bus hantu tahun 2012 lalu. Namun, kita harus gigit jari setelah mengetahui kebenarannya.

Dilansir dari tribunnews.com, ternyata kasus ini hanya rekayasa supir dan kernetnya saja. Sejatinya mereka sudah tahu bahwa akan terlambat untuk menjemput rombongan wisata SDN 2 Plosorejo. Agar mereka tak disalahkan pihak panitia dan pemilik bus, akhirnya mereka memutuskan untuk memanfaatkan kisah bus yang dipindahkan ke dalam hutan itu. Mereka mengaku bahwa disesatkan makhluk halus ke dalam hutan. Logis sih alibinya. Sama-sama sedang berada di Blora, menaruh bus di tengah hutan pasti akan meyakinkan banyak orang.

Duh, ada-ada aja! Padahal kita berharap ada kisah mistis yang seru. Ah, ternyata cuma kisah plagiat yang dibuat-buat. Ada-ada aja, ya�

Semoga kamu bisa mengambil hikmah dari kisah ini ya. Jangan suka tipu-tipu juga. Hehehe.



Sumber : hipwee.com

KERAS! Jokowi Ancam Politikus Pengadu Domba Bangsa


Berita Hangat Kuku - Bahaya politisasi kembali disinggung Presiden Joko Widodo setelah pernyataannya kepada wartawan tentang demo besar 4 November yang diduga aktor politik. Ia berkata hal seperti itu harus ditindak aparat penegak hukum.

"Saya telah memerintahkan (penegak hukum) agar tidak memberi toleransi gerakan yang ingin memecah belah, mengadu domba bangsa dengan provokasi dan politisasi," ujar Presiden seusai apel militer di Markas Besar TNI Angkatan Darat, Senin, 7 November 2016.

Pada Sabtu dinihari lalu, Presiden Joko Widodo, lewat pernyataannya kepada wartawan, menuding ada aktor politik di balik demo 4 November 2016. Aktor politik itu, menurut Presiden, sudah membuat demo 4 November yang seharusnya berakhir dengan damai malah berakhir dengan kerusuhan.

Berbagai nama politikus memang berseliweran sebelum, saat, dan sesudah demo yang diinisiasi Front Pembela Islam tersebut. Beberapa di antaranya Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Fadli Zon dan Fahri Hamzah, yang terjun langsung ke lokasi pada hari demonstrasi. Sementara itu, sebelum demo, nama mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono disebut-sebut berada di balik demonstrasi tersebut.

Semua politikus tersebut sudah membantah soal tudingan yang beredar. SBY malah menuding tuduhan yang datang kepadanya akibat intelijen pemerintah yang salah.

Presiden Jokowi melanjutkan pernyataannya bahwa ancaman politisasi atau aktor politik pemecah belah bangsa itu perlu ditegaskan kembali agar aparat penegak hukum tidak lupa. Bahkan hal itu perlu diingatkan berulang kali agar tidak pernah dilupakan.

"Saya hanya ingin mengingatkan. TNI dan Polri saya pandang sebagai perekat yang bisa mempersatukan bangsa. Kita ada 17 ribu pulau dengan suku, ras, dan agama berbeda-beda," ujarnya.

Ditanya soal aktor politik yang ia singgung pada pernyataan 4 November dan apakah perannya masih mengancam, Presiden enggan memberikan jawaban tegas. Menyebut nama dari aktor politik itu pun tidak. "Kita lihat nanti. Kita lihat nanti," ucapnya. SUMBER (tp)

Ditanya Penunggang Demo 4 November, Jokowi: Nanti Kita Lihat


Berita Hangat Kuku - Selepas aksi unjuk rasa 4 November 2016, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut aksi tersebut ditunggangi aktor politik. Pernyataan itu kemudian membuat geram sejumlah tokoh politik bahkan berbagai pihak mulai berspekulasi.

Jokowi sendiri hingga saat ini belum menyebut siapa aktor politik yang dimaksud. Ditemui usai memberikan pengarahan kepada 2.185 prajurit TNI di Mabes TNI AD, Jakarta, Jokowi masih belum mau mengungkap soal aktor tersebut.

"Kita tahu semuanya negara kita 17 ribu pulau. Suku berbeda-beda, ras berbeda-beda, agama juga tidak hanya satu dua, berbeda-beda. Kalau hal itu tidak kita tegaskan secara berulang-ulang, kita menjadi lupa, tidak ingat. Saya hanya ingin mengingatkan saja, apalagi TNI apalagi Polri yang saya pandang sebagai perekat yang bisa mempersatukan. Itu saja," jawab Jokowi, Senin (7/11).

Ketika dipertegas lagi terkait siapa aktor politik yang ada di balik aksi unjuk rasa 4 November 2016, Jokowi menjawab santai.

"Nanti kita lihat, nanti kita lihat," ucapnya.

Sebelumnya, Jokowi menuding ada dalang di balik bentrokan yang terjadi saat aksi unjuk rasa 4 November 2016 di depan Istana Merdeka.

"Dan ini kita lihat ditunggangi aktor politik yang manfaatkan situasi," tegas Jokowi usai menggelar rapat koordinasi dengan Menko Polhukam Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan. SUMBER (mdk)

Simak, Berikut 4 Point Klarifikasi Buni Yani!


Berita Hangat Kuku - Buni Yani merasa kian tersudut setelah memposting video Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengenai Surat Al Maidah ayat 51 di akun facebooknya. Dia blak-blakan lalu memberikan klarifikasi.

Buni Yani muncul di hadapan publik didampingi kuasa hukumnya Aldwin Rahadian. Dia menyebut postingannya soal video Ahok mengenai Surat Al Maidah ayat 51 tentang hilangnya kata 'pakai' tidak melanggar hukum.

Buni Yani juga mengaku tidak pernah mengedit video pernyataan Ahok saat berada di Kepulauan Seribu. Buni Yani hanya mengunggah (upload) ulang video yang sudah lebih dulu disebar akun medsos lain.

Pria berkacamata ini merasa dikambinghitamkan atas polemik tersebut. Dia juga gerah dengan pernyataan Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar, yang menyebut Buni Yani berpotensi menjadi tersangka.

Berikut 4 poin klarifikasi Buni Yani:

Pengacara Buni Yani, Aldwin Rahadian, menyebut postingan Buni Yani di Facebook soal video Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengenai Surat Al Maidah ayat 51 tentang hilangnya kata 'pakai' tidak melanggar hukum.

"Persoalan intisari pakai atau tidak pakai, tidak ada persoalan hukum di dalamnya. Karena setiap orang berhak menyatakan pendapat," kata Aldwin dalam konferensi pers yang juga dihadiri Buni Yani di Wisma Kodel, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (7/11/2016).

Aldwin menyebut maksud Buni Yani memposting cuplikan video itu adalah ingin mendapatkan respons dari netizen. Menurutnya, tidak etis apabila pejabat publik berkata demikian.

"Yang dia inginkan ada pejabat publik menyatakan hal tidak etis dan berdampak pada masyarakat, dia bilang penistaan agama tanda tanya. Dia ingin mendapat respons dari Facebookers. Ini supaya lurus," ujar Aldwin.

Memang dalam postingan itu, Buni Yani menuliskan keterangan yaitu 'Penistaan Agama?'. Hal itulah yang menurut Aldwin merupakan cara Buni Yani mendapatkan respons dari netizen.

Kubu Buni Yani menduga ada upaya-upaya mengkambinghitamkan kliennya.

"Muncul skenario yang menggiring bahwa Pak Buni Yani mengedit video dan menghilangkan kata pakai. Kemudian dilaporkan Komunitas Ahok Djarot dengan UU ITE. Itu pasal mengada-ada dan tidak berdasar," kata Aldwin dalam konferensi pers di Wisma Kodel, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/11/2016).

Soal tudingan Buni Yani menebarkan kebencian, menurut Aldwin juga tidak berdasar. "Ditambahkan lagi ITE itu melalui media elektronik, apa? Mengada-ada. Dan itu sudah disampaikan Prof Romli Atmasasmita tidak ada persoalan hukum," katanya.

Aldwin lantas mengingatkan bahwa masyarakat saat ini sudah ceras melihat persoalan. "Ini masyarakat cerdas, jangan-jangan ada skenario mengkambinghitamkan Pak Buni Yani. Saya kira masyarakat akan semakin gerah, begitu pula Pak Boy yang merepresentasikan sebagai corong kepolisian kita akan melaporkan ke Kompolnas dan Propam," pungkasnya.

Buni Yani tidak pernah mengedit video pernyataan Ahok saat berada di Kepulauan Seribu. Buni Yani hanya mengunggah (upload) ulang video yang sudah lebih dulu disebar akun medsos lain.

"Ingin saya sampaikan pertama, bahwa Pak Buni Yani ini tidak pernah mengedit mengotak-atik video yang selama ini viral yang di dalamnya isinya tentang Pak Ahok yang menurut MUI menista agama. Beliau tidak pernah mengotak-atik, jadi kalau ada media yang selama ini menyebarkan berita itu kita akan somasi," kata Aldwin dalam jumpa pers di Wisma Kodel, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (7/11/2016).

Buni Yani terpojok dengan penggiringan opini publik soal editan video pernyataan Ahok menyangkut surat Al-Maidah 51. Padahal tim Forensik Bareskrim Polri disebut Aldwin menegaskan tidak ada penyuntingan video.

Buni Yani hanya mengupload ulang video sambil mempertanyakan etis tidaknya Ahok menyinggung surat kitab suci. Video berdurasi 31 detik tersebut menurut Aldwin diunggah pertama kali oleh akun NKRI.

"Pak Buni sebagai warga negara hanya menyatakan kebebasan berpendapatnya. Dia mengupload video durasi 31 detik tentang Pak Ahok yang apa namanya video tentang perjalanan ke Pulau Seribu. Jadi video 31 detik sudah ada duluan, dan akun yang mengupload pertama kali NKRI," imbuhnya.

Selain itu Buni Yani hanya menuliskan sedikit keterangan pada video yang diunggah. Keterangan itu ditegaskan Aldwin bukan transkrip video. "Di bawahnya, dia tulis bukan transkrip. Kalau transkrip itu dari awal sampai akhir harus utuh atau dia tulis ini transkrip Ahok. Yang dia hanya tulis pendapat pribadinya. Ini penistaan agama tanda tanya (?)," katanya.

Postingan Buni Yani di Facebook terkait Al Maidah ayat 51 sebelumnya dilaporkan relawan pasangan Ahok dan Djarot Saiful Hidayat ke kepolisian. Buni Yani dilaporkan atas sangkaan pencemaran nama baik.

Pihak Buni Yani akan melaporkan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar yang menyebut Buni Yani berpotensi menjadi tersangka ke Propam dan Kompolnas.

"Pak Boy ini yang jadi corong kepolisian. Kita akan laporkan ini ke Propam dan Kompolnas," kata pengacara Buni Yani, Aldwin Rahadian dalam jumpa pers di Wisma Kodel, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/11/2016).

Aldwin menilai Boy Rafli sudah terlalu cepat mengambil kesimpulan. Boy pun diminta untuk menarik ucapannya.

"Pak Boy Rafli katakan seperti itu sudah ambil kesimpulan sendiri, terkesan mengintervensi proses penyidikan. Kita tidak pernah terima surat pemanggilan Buni Yani. Ini harus dicabut oleh Pak Boy Rafli," ucapnya.

Dia mempertanyakan statement Boy Rafli yang menyebutkan bahwa langkah Buni Yani untuk mengunggah video pidato Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Kepulauan Seribu sehingga menjadi viral dan menimbulkan kemarahan publik. Pernyataan Boy itu disampaikan setelah aksi demonstrasi Bela Islam II.

"Yang buat kemarahan publik siapa? Apalagi itu disampaikan setelah aksi jutaan umat. Boy Rafli saya challenge untuk katakan Ahok berpotensi jadi tersangka," ujar Aldwin. SUMBER (dtk)

MUI: Kami Ingin Proses Hukum Ahok Diselesaikan Secara Terhormat


Berita Hangat Kuku - Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Kepolisian RI mengklarifikasi sikap keagamaan Majelis Ulama Indonesia. Sikap keagamaan MUI itu terbit terkait munculnya video pidato Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Kepulauan Seribu yang memicu kontroversi.

Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid membenarkan bahwa sikap keagamaan itu dikeluakan oleh Majelis Ulama Indonesia. Dia menyebut bahwa kedudukan sikap keagamaan itu lebih tinggi dari fatwa.

"Pernyataan keagamaan lebih tinggi dari pada fatwa, saya kira kami dalam posisi yang ingin meredam polemik MUI ingin mengkanalisasi tuntutan masyarakat yang berlebihan, kami juga ingin proses ini diselesaikan secara terhormat," kata Zainut di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (7/11/2016).

MUI memang sebelumnya telah mengeluarkan sikap keagamaan yang menyatakan bahwa Ahok telah melakukan penistaan agama terkait pidatonya soal Al Maidah 51. Penyidik dari Bareskrim Polri mendatangi Ketua Umum MUI Maruf Amin untuk mengklarifikasi kebenaran pernyataan keagamaan tersebut.

"Bareskrim datang ke MUI untuk minta konfirmasi dan klarifikasi bukan untuk meminta ketua MUI menjadi sebagai saksi ahli, tapi lebih meminta konfirmasi dan klarifikasi terhadap pendapat dan sikap pendapat keagamaan MUI yang sudah diketahui oleh banyak masyarakat," bebernya.

Ada 4 penyidik di bawah pimpinan Kombes Sulistyo yang mendatangi kantor MUI siang ini. Dalam pemeriksaan selama kurang lebih 2 jam, penyidik memberikan beberapa pertanyaan kepada Maruf Amin.

"Hasilnya kami sudah memberikan beberapa konfirmasi bahwa apa yang sudah di keluarkan MUI itu adalah benar dari tim penyelidik menanyakan kepada MUI, apakah benar? Kami bilang benar. Kemudian ditanyakan apakah ada revisi atau hal yang dibatalkan terhadap poin dan pendapat dan sikap? Itu kami katakan tidak ada," ungkap dia.

"Yang ketiga, apakah kedudukan pendapat dan sikap itu sama dengan fatwa? Kami katakan pendapat dan sikap itu lebih tinggi daripada fatwa," sambungnya. SUMBER (dtk)

Putar Rekaman Video Demo 4 November, Polisi: Lihat Siapa yang Duluan Anarkis?


Berita Hangat Kuku - Polda Metro Jaya memutar rekaman video saat demo 4 November lalu. Video tersebut merekam detik demi detik aksi demo damai yang kemudian berujung ricuh.

"Ini rekan-rekan bisa lihat bagaimana polisi persuasif, jadi kalau polisi melakukan penyerangan itu tidak betul, lihat bahkan pengamanan demo kita salat," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono sambil mempertontonkan rekaman video kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/11/2016).

Rekaman tersebut diambil oleh anggota dari balik mobil water canon dan dari beberapa lokasi di dekat kawasan Silang Monas, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Awi juga memutar video ketika massa mulai ricuh untuk pertama kalinya dengan melempari petugas menggunakan bambu, batu dan lainnya. Namun saat itu, polisi tidak membalas massa dan hanya bertahan dengan tameng.

"Kemudian kami mengantarkan perwakilan massa ke istana, bahwasannya kami melakukan negosiasi, persuasif, untuk menjembatani perwakilan demo untuk masuk ke istana," lanjut Awi.

Awi melanjutkan, sekitar pukul 18.15 WIB, massa mulai mengolesi wajahnya dengan odol. Padahal, saat itu polisi belum mengeluarkan tembakan gas air mata sekalipun.

"Berarti tanda kutip apa? Berarti dia memang sudah mempersiapkan untuk itu (merusuh), mereka sudah tahu ada itu, inj belum ada tembakan gas air mata ini," imbuh Awi.

Dalam rekaman juga terlihat, bagaimana anggota mulai memanas sekitar pukul 19.00 WIB atau selepas saat isya. Massa saat itu mulai dorong-dorongan, namun sejumlah massa di antaranya membentengi polisi agar tidak diserang oleh kelompok yang ricuh.

Rekaman tersebut juga menunjukkan bagaimana massa mulai melempari petugas dengan benda-benda yang ada di sekelilingnya seperti batu, botol minuman dan besi.

Video tersebut juga menunjukkan bagaimana massa membakar 3 unit kendaraan polisi (2 truk Brimob dan 1 unit mobil security barier) di Silang Monas. Hingga akhirnya polisi menembakkan gas air mata ke arah para pendemo dan membuat massa terurai. SUMBER (dtk)